1. Pengertian Harapan

Harapan Berasal dari kata harap, artinya cita-cita, sesuatu yang diingini supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu adalah hati, putus harapan berarti putus asa.  Contoh:

1. Seorang Mahasiswa yg mengikuti kuliah ISBD, ia belajar rajin dengan harapan di dalam ujian memperoleh nilai A.

2. Mbah Roso, seorang petani yg rajin, sejak menggarap sawahnya, ia mempunyai  harapan agar hasil panen nanti lebih baik.

Dari contoh di atas, apa yg diharapkan Mahasiswa dan mbah Roso ialah terjadinya buah keinginan, karena itu ia bekerja keras. Mahasiswa belajar tanpa mengenal lelah, mbah Roso bekerja tanpa mengenal lelah. Semua itu dengan suatu keyakinan bahwa akan terwujud apa yang diharapkan.

Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai usaha yg sesuai dgn apa yang diharapakan. Meskipun sudah berusaha keras pun kadang-kadang harapan tsb. Belum tentu terwujud.  Apakah Mhs tadi pasti mendapatkan nilai A ?, belum tentu. Apakah mbah Roso pasti mendapatkan panen yg baik ? Juga belum pasti. Tuhan lah yg menentukan, manusia sekedar berusaha. Jadi Harapan artinya: “Keinginan yg belum terwujud” setiap orang mempunyai harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia.

Dalam diri manusia ada dorongan:

– Dorongan kodrat dan

– Dorongan kebutuhan hidup

Dorongan kodrat pada manusia yaitu: menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan, dan sebagainya. Dorongan kebutuhan hidup manusia yaitu: kebutuhan jasmani, berupa pangan, sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani, meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan dan sebagainya. Manusia utk mencukupi kebutuhan kodrat dan kebutuhan hidup, tak dapat dicapai oleh diri sendiri, melainkan harus dengan orang lain.  Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam yang merupakan harapan manusia yaitu:

  1. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
  2. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
  3. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban utk mencintai dan dicintai (belowing and love)
  4. Harapan memperoleh status atau utk diterima atau diakui lingkungan
  5. Harapan utk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization).

AFC Wallace dalam bukunya “Culture and Personality” menegaskan bahwa kebutuhan  merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian, yg merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, dan emosi seseorang. Kebutuhan tersebut bisa saja positif (dapat dipenuhi secara memuaskan) dan bisa pula menjadi negatif (tidak bisa dipenuhi atau memuaskan).

Maka kebutuhan Manusia dapat dikelompokkan pada tiga kebutuhan pokok:

1. kebutuhan Organik individu

2. Kebutuhan psikologi individu

3. Kebutuhan organik dan psikologi sesama         manusia.

C. Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari kata “percaya”, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.  Kepercayaan adalah hal-hal yg berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Pengetahuan ada hasil penyelidikan sendiri dan ada diterima dari orang lain karena orang lain itu dapat dipercaya, karena kewibawaannya. Agama terdapat kebenaran-kebenaran yg diwahyukan, artinya diberitahukan oleh Tuhan langsung atau tidak langsung kepada manusia. Dan agama itu merupakan keyakinan yg paling besar.

Kepercayaan dibedakan:

1. Kepercayaan pada diri sendiri

2. kepercayaan kepada orang lain

3. kepercayaan kepada pemerintah

4. Kepercayaan kepada Tuhan

D. Manusia dan harapan

Setiap orang => Cita-cita/harapan

Manusia harapannya => hidup bahagia dunia dan di akhirat.

Karena manusia hidup tidak hanya di  dunia saja, namun juga di akhirat hidup yg abadi.

Maka sudah selayaknya “harapan” utk hidup bahagia di kedua tempat itu sudah diniati.

Manusia menyadari apa yg ada pada dirinya titipan Tuhan, penggunaanya pun harus sesuai dengan kehendak Tuhan. Harapan belum berhasil/tercapai tetap bersabar tanpa mengurangi usahanya. Keyakinan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasibnya, apabila ia tak mau berusaha, tidak ada kamus putus  asa.