Untuk proyek besar, rencana implementasi berisi pengkoordinasian dan penjadwalan tugas-tugas yang akan dijalankan tim implementasi.

Hal-hal pokok yang harus disediakan sebelum implementasi :
A. Persiapan tempat
B. Pelatihan personel
C. Pembuatan dokumentasi
D. Konversi sistem baru
E. Peninjauan setelah implementasi

Dari contoh implementasi sistem informasi yang telah saya post sebelumnya, yaitu mengenai sistem penjualan pelumas terkomputerisasi, pada posting-an kali ini saya akan lebih memaparkan mengenai hal-hal pokok yang harus disediakan sebelum implementasi.


A. PERSIAPAN TEMPAT

Pada tahap persiapan tempat dibagi menjadi dua, yaitu perencanaan fisik dan fasilitas.
1. Perencanaan Fisik
Untuk merealisasikan sistem informasi yang akan dibuat dibutuhkan beberapa komputer yang akan digunakan sebagai server dan client, serta alat pencetak output (printer). Perangkat-perangkat tersebut dirangkai menjadi sebuah jaringan LAN agar dapat saling berkomunikasi, dan diletakkan di sebuah ruangan, khususnya dibagian department penjualan.
2. Fasilitas
Untuk menjunjang kenyamanan aktifitas pegawai, perusahaan harus menyediakan fasilitas minimal berupa listrik, telepon, ventilasi, AC, karpet, keset anti debu, meja, dan rak untuk menyimpan file dan disk.

B. PELATIHAN PERSONEL
Pelatihan personel sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan personel serta memudahkan penerimaan mereka terhadap sistem baru.

Kelompok yang wajib diberi pelatihan ada 3, yaitu :
1. Personel Teknis
Adalah orang-orang yang akan mengoperasikan dan memelihara sistem. Jadi, mereka harus benar-benar terlatih agar sistem yang telah dibangun dapat berjalan sesuai yang diinginkan, dan bila terjadi kerusakan pada sistem, mereka dapat langsung menangani sehingga tidak menimbulkan kerugian yang berarti.
2. Pekerja dan Supervisor
Mereka akan berinteraksi dengan sistem untuk mengerjakan tugas-tugas dan membuat keputusan. Pekerjaan mereka akan terganggu bila kelompok personel teknis tidak melakukan tugasnya dengan benar.
3. Manajer Umum (general manager)
Orang yang akan bertanggung jawab pada hasil kerja yang telah dilakukan, maka manajer umum termasuk kelompok yang wajib diberi pelatihan. Jangan sampai kinerja telah menggunakan sistem terkomputerisasi tetapi manajer umum masih menggunakan cara manual dalam mengambil keputusan.

B1. Program Pelatihan
Pelatihan bisa secara tutorial atau kelas meliputi :
1. Pelatihan in-house (swa kelola/di tempat)
2. Pelatihan yang disediakan vendor
3. Pelatihan dari jasa luar

Tipe pelatihan yang digunakan untuk sistem informasi penjualan pelumas adalah pelatihan yang disediakan oleh vendor. Karena pelatihanya bersifat praktis dan penatar menggunakan sistem pelatihan yang sebenarnya.

B2. Teknik dan Alat Bantu Pelatihan
Teknik dan alat bantu pelatihan ada beberapa macam, diantaranya :
1. Teleconferencing
2. Perangkat lunak pelatihan interaktif
3. Pelatihan dengan instruktur
4. Pelatihan magang
5. Manual prosedur
6. Buku teks

Dan teknik yang dipilih untuk membangun sistem informasi penjualan pelumas adalah pelatihan dengan instruktur yang digabung dengan tutorial satu-satu. Penggunaan teknik pelatihan ini dianggap yang paling efektif, instruktur memonitor kemajuan pemakai dan menyesuaikan materi untuk kebutuhan tertentu pemakai. Keuntungan teknik ini adalah lebih bersifat personal, namun kekurangannya biaya yang dikeluarkan cukup mahal.