C. MENYIAPKAN DOKUMENTASI
Dokumentasi adalah materi tertulis yang mendeskripsikan cara beroperasinya suatu sistem, mencakup semua yang dilakukan program dan prosedur apa yang harus diikuti oleh pemakai.

Dokumentasi digunakan untuk tujuan berikut :
– pelatihan
– penginstruksian
– pengkomunikasian
– penetapan standart kinerja
– pemeliharaan sistem
– referensi histories

Area utama dokumentasi ada empat :
1. Dokumentasi pemakai
Prosedur memberitahu pamakai cara bekerja dengan sistem dan cara menjalankan tugasnya. Dokumentasi pemakai bisa online atau dituliskan dalam manual prosedur
2. Dokumentasi sistem
Dokumentasi yang berisi hasil-hasil yang digenerasi oleh professional sistem, dan elemen-elemen rancangan yang dituangkan dalam repository (tempat penyimpanan) sentral CASE. Hasil-hasil terdokumentasi akan berfungsi pada saat sistem dikembangkan sebagai perangkat komunikasi yang digunakan untuk memberitahu semua orang tentang pembentukan dan kemajuan sistem tersebut.
3. Dokumentasi perangkat lunak
Berisi konversi aplikasi rancangan perangkat lunak ke software untuk memudahkan pemeliharaan dan meningkatakn kemampuan program. Programmer pemeliharaan harus memahami secara jelas fungsi dan logika perangkat lunak tersebut.
4. Dokumentasi operasi
Dokumentasi yang berisi form dan diagram dengan kata-kata dan nomor kunci.

D. KONVERSI SISTEM BARU
Adalah proses perubahan dari sistem lama ke sistem baru.
Empat metode konversi sistem :
1. Konversi Langsung
2. Konversi Paralel
3. Konversi Phase-in
4. Konversi Pilot

Untuk sistem informasi penjualan pelumas menggunakan metode konversi Pilot. Karena metode ini mensegmentasi organisasi yaitu hanya sebagian dari organisasi mencoba mengembangkan sistem baru. Sebelum sistem baru diimplementasikan ke seluruh organisasi, sistem pilot ini harus membuktikan di tempat pengujian tersebut.
Kelebihan dan kelemahan metode ini adalah :
– kelebihan : konversi ini lebih sedikit beresiko dibandingkan metode konversi langsung, dan lebih murah dibanding metode parallel. Segala kesalahan bisa dilokalisir dan dikoreksi sebelum implementasi lebih jauh dilakukan.
– kelemahan : membutuhkan area (sebagian) dari organisasi untuk uji coba.

E. PENINJAUAN SETELAH IMPLEMENTASI
Tujuan pengembangan sistem baru yang berkualitas adalah untuk menghasilkan sistem yang tidak melampaui anggaran, tepat waktu, dan memenuhi kebutuhan pemakai.
Proses untuk menganalisis apa yang berjalan dalam proyek yang berhasil maupun yang tidak berhasil disebut peninjauan pasca implementasi.
Peninjauan pasca implementasi adalah pencarian terorganisasi untuk menemukan cara peningkatan efisiensi dan efekifitas sistem baru, dan untuk memberikan informasi yang akan membantu dalam pengembangan sistem mendatang.
Peninjauan pasca implementasi dilakukan oleh tim yang terdiri dari wakil pemakai, auditor internal, professional sistem, dan disertakan pula konsultan eksternal atau auditor independent untuk meningkatakan objektifitas dan mengurangi kepentingan politik yang terjadi antara kelompok-kelompok internal.

Cakupan area peninjauan pasca implementasi :
1. Faktor-faktor sistem
2. Komponen rancangan sistem
3. Keakuratan estimasi
4. Tingkat dukungan